Showing posts with label Misi Dan Riset. Show all posts
Showing posts with label Misi Dan Riset. Show all posts

Saturday, July 13, 2013

Misteri "Faint Young Sun Paradox" Akhirnya Terjawab

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi keadaan Bumi 2,8 milyar tahun lalu

Astronesia-Para ilmuwan selama beberapa dekade ini berkutat mencari jawaban atas misteri ‘faint young Sun paradox’. Paradoks ini pertama kali dikemukakan oleh Carl Segan dan George Muller didasari dua fakta yang sulit untuk dipertemukan pada 1972.
 

Adapun kedua fakta yang berlawanan tersebut menjelaskan bahwa bagaimana Bumi cukup hangat dan layak huni bagi kehidupan sejak tiga miliar tahun lalu, meskipun di saat yang sama Matahari sudah mulai meredup hingga 20 persen.

Selama bertahun-tahun lamanya berbagai solusi telah diusulkan untuk pemecahan masalah yang membingungkan ini. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa meski Matahari mulai meredup, tetapi angin bola panas itu lebih kuat. Sehingga, tetap dapat memancarkan panas ke Bumi.

Sementara ilmuwan lain berpendapat, tingkat karbon dioksida dan gas metana yang tinggi di atmosfer telah menciptakan efek rumah kaca yang menahan panas di planet ini. Tetapi, belum ada seorang pun yang mampu menemukan jalan tengah dari perdebatan ini.

Silang pendapat tersebut tidak mengurungkan niat seorang mahasiswa doktoral, Eric Wolf dari University of Colorado di Amerika Serikat (AS) untuk membuat sebuah model tiga dimensi (3D) terkait kompleksitas antara iklim Bumi dan Matahari yang disebut-sebut telah meredup 20 persen kala itu.

Dilansir LATimes, Sabtu (13/7/2013), Wolf mengungkapkan, hal ini dimaksudkan untuk ‘menambal’ model iklim sebelumnya yang menggunakan satu dimensi. Sehingga tidak memasukkan faktor iklim penting, seperti awan, angin, dan lautan es.

Sedangkan dalam model 3D yang dikembangkan Wolf menjelaskan, meski banyak lapisan es pada peiode Arkean yang membeku tetapi di saat yang sama cukup hangat untuk mendukung cairan (air) di khatulistiwa.

“Bahkan jika setengah dari permukaan Bumi berada di bawah titik beku, sementara setengah wilayah lainnya berada di atas titik beku seperti pada saat Arkean, planet kita tetap layak huni. Setidaknya, 50 persen lautan masih tetap terbuka,” kata Wolf.

Untuk membuat model 3D itu, Wolf menggunakan program komputer yang untuk meramalkan perubahan iklim masa kini. Diketahui Bumi pada 2,8 miliar tahun yang lalu tidak terdapat oksigen dan ozon, melainkan mengandung karbon dioksida dan gas metana lebih banyak. Disertai sedikit tanah dan awan pada saat itu.

Meski demikian, Wolf tidak dapat memastikan seperti apa iklim yang ada pada masa awal terbentuknya Bumi karena masih terlalu namual variable yang tidak dapat dipastikan, seperti berapa persisnya kandungan karbon dioksida dan metana di atmosfer.

Ia mengatakan bahwa dengan menggunakan model 3D kompleks yang dikembangkannya ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjawab misteri ‘faint young Sun paradox’ yang selama ini masih menjadi pedebatan.


Sumber : Okezone

Friday, July 12, 2013

Harga Sewa Satelit Ini Sangat Murah

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi satelit ardusat

Astronesia-Kini Anda bisa menyewa satelit dengan hanya membayar Rp 2,5 juta saja per minggunya, lebih murah daripada tarif menyewa mobil rental.

Satelit bernama ArduSat ini memang sengaja diciptakan pengembangnya untuk agar nantinya bisa digunakan untuk kepentingan komersil.

Dilansir VR-Zone (12/7), Ardusat yang merupakan nano-satelit yang akan diluncurkan ke luar angkasa dan mulai mengorbit bumi di tanggal 4 Agustus mendatang. Nantinya nano-satelit ini akan terkoneksi dengan server NanoSatisfi, salah satu perusahaan yang bergabung dalam Kickstarter.

Ardusat sendiri akan mengorbit Bumi dengan dilengkapi peralatan seperti kamera, sensor cahaya ambient, magnetometer, Geiger counter, yang membuat satelit dengan panjang 10cm ini berubah menjadi lab sains.

Untuk penyewa satelit ini, nantinya pihak Nanosatisfi akan mengizinkan untuk penyewa tersebut mengubah misi dari satelit Ardusat sesuai dengan keinginannya.

"Apa yang terjadi dalam perangkat satelit saat ini sama seperti revolusi yang membuat kita beralih dari mainframe komputer menuju perangkat PC," ujar Peter Platzer, CEO NanoSatisfi.

Dia juga menambahkan jika dengan adanya nano-satelit murah yang bisa disewa ini, pihaknya berharap jika lebih banyak orang akan dengan mudah menjelajahi dan mengetahui luar angkasa nantinya.


Sumber : Merdeka.com

Thursday, July 11, 2013

Rover NASA Berikutnya Memiliki Misi Mencari Kehidupan Di Mars

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi rover terbaru

Astronesia-Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sudah menyiapkan eksplorasi lanjutan di Planet Mars. Pada 2020, badan antariksa itu akan mengirimkan kendaraan penjelajah (rover) ke Mars untuk mencari tanda kehidupan masa lalu planet merah itu.

Misi ini beda dengan rover Curiosity yang sudah menjelajahi permukaan Mars yang mendalami tanda kehidupan masa kini.

Dilansir BBC, tim khusus, Science Definition Team (SDT), yang mendapat tugas dari NASA untuk mengembangkan rover baru ini mengatakan pencarian kehidupan ini lebih sulit dari kehidupan saat ini. Pasalnya pencarian kehidupan mikroba saja saat ini masih belum menunjukkan hasil yang menggembirakan.

"Untuk membuat pengukuran dan meyakinkan kehidupan masa lalu sangat susah karena ilmuwan secara alami meragukan," jelas Jack Mustard, ketua tim rover baru sekaligus profesor ilmu geologi Brown University.

Kendati diragukan, tim SDT tetap bertekad mencari bukti kehidupan kuno dalam jejak yang terlestarikan pada bebatuan Mars.

Sama dengan skema Curiosity

Rover baru itu nantinya termasuk akan menjelajahi lokasi yang tidak sempat dijangkau dan dipilih Curiosity.

Misi baru ini akan menelan biaya US$ 1,5 miliar setara Rp15 triliun dan secara bentuk, mirip dengan Curiosity.

NASA berniat menggabungkan banyak fitur desain yang sama dengan Curiosity, salah satunya memasukkan sistem entri, pendaratan dan turunan (sistem EDL) baru. Skema penurunan rover juga tidak jauh beda saat Curiosity mendarat di Mars.

Tim SDT menambahkan rover baru juga mampu untuk menganalisa mineral, kimia dan visual menuju skala mikroskop. Tim mengharapkan nantinya, rover ini bisa mengamankan dan mengumpulkan sampel, misalnya inti kecil dari batuan atau tanah yang paling menarik bisa dibawa kembali ke Bumi.




Rover baru itu, tidak menutup kemungkinan bisa mendukung misi pengiriman manusia ke Mars di masa mendatang. Direktur Sains NASA, John Grunsfeld menegaskan hal itu.

"Saya tidak akan mengesampingkan penjelajahan manusia. Itulah tujuan akhirnya, untuk menempatkan ahli astrobiologi dan ilmuwan planet pada permukaan Mars," ujar Grunsfeld.

Sebelum akhirnya rover baru dikirimkan, NASA akan melakukan dua misi sampai 2016. Pertama NASA akan mengirim satelit Maven, yang akan mempelajari atmosfer Mars. Maven diluncurkan akhir tahun ini.

Misi kedua, akan dikirimkan pendarat statis, InSight, Perangkat ini akan mendalami gemuruh dalam di Mars (Marsquakes) dan meningkatkan pengetahuan bagian dalam Mars. InSight dijadwalkan mulai pada 2016. 


Sumber : Viva.co.id

Wednesday, July 10, 2013

Sabuk Debu Aneh Ditemukan Di Sekitar Enam Bintang

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi debu mengelilingi bintang

Astronesia-Selain planet, komet, dan asteroid yang mengorbit Matahari kita,terdapat juga sabuk dari batu dan es yang biasa di sebut sabuk kuiper. Dalam sabuk partikel debu ini, sejumlah pecehan berukuran sepersekian milimeter sampai berukuran besar.Sebagai ilmuwan telah mempelajari langit,dan mereka menemukan cakram debu tersebut juga mengorbit bintang lain.

"Sabuk tersebut adalah sisa-sisa pembentukan planet yang tidak dipakai dan terkumpul".kata Alexander Krivov dari Friedrich-Schiller-University Jena.

Tapi Krivov dan tim astronomnya telah menemukan ada enam bintang yang mengandung sabuk yang cukup aneh.Bintang itu sendiri mirip dengan Matahari kita, cakramnya jauh lebih besar dan lebih dingin di minus 250 derajat Celcius.Sebagai hasilnya, tim menyimpulkan bahwa cakram kekurangan partikel debu kecil, yang dihasilkan dari tabrakan dalam disk.Seperti yang dijelaskan Krivov, "partikel debu kecil jauh lebih panas dari suhu yang kami amati".

Namun mungkin juga,cakram tersebut mengandung partikel yang berukuran jauh lebih besar yang kemungkinan memiliki ukuran beberapa kilometer."Jika ada benda yang lebih besar, cakram akan jauh lebih dinamis, benda tersebut akan bertabrakan dan dengan demikian menghasilkan debu," kata Krivov.

Cakram tersebut kemungkinan besar sisa-sisa dari proses pembentukan planet, yang entah mengapa harus berhenti membentuk."Kami tidak tahu mengapa perkembangannya dihentikan," kata Krivov."Tapi puing-puing cakram yang dingin adalah bukti bahwa sabuk tersebut bisa berada selama lebih dari miliaran tahun."

Data penelitian ini diperoleh oleh Herschel Space Observatory, yang memasuki pensiun pada bulan April.Sekarang para ilmuwan harus menunggu observatorium baru, seperti teleskop radio ALMA di Chili untuk lebih mempelajari sistem ini.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam Astrophysical Journal.

Ternyata Tata Surya Punya Ekor

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi menunjukkan angin surya Heliotail

Astronesia-Astronom berhasil mengungkap foto ekor Tata Surya atau heliotail untuk pertama kali. Ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan bahwa ekor Tata Surya punya bentuk mirip empat daun semanggi.

Wajah Tata Surya tersebut berhasil diungkap dengan Interstellar Boundary Explorer (IBEX), wahana antariksa yang diluncurkan pada tahun 2008, bertugas untuk mempelajari lingkungan tepian Tata Surya.

"Ilmuwan selalu menduga bahwa heliosphere memiliki ekor," kata Eric Christian, peneliti pada misi IBEX dari Goddard Space Flight Center di Greenbelt dalam Google+ Hangout untuk mengumumkan penemuan tersebut, Rabu (10/7/2013).

"Namun, ini pertama kalinya data nyata yang kami miliki berhasil mengungkap bentuk ekor Tata Surya tersebut," tambah Christian seperti dikutip Space, Rabu.

David McComas, pimpinan misi IBEX, mengatakan, ekor Tata Surya memanjang di belakang heliosphere, gelembung di sekitar Tata Surya yang terbentuk oleh angin Matahari dan medan magnet Matahari, yang berbentuk seperti peluru.



http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi heliosphere, yang merupakan gelembung dalam ruang angaksa yang diciptakan oleh angin matahari dan medan magnet matahari.


McComas yang merupakan ilmuwan dari Southwest Research Institute di San Antonio, Texas, mengungkapkan bahwa heliotail memiliki ukuran lebih besar dari yang sebelumnya diperkirakan.

Walaupun demikian, belum diketahui secara pasti ukuran heliotail tersebut. Diperkirakan, heliotail memanjang hingga 1000 kali jarak Bumi-Matahari (Jarak Bumi-Matahari adalah 149,6 juta kilometer).

Menurut ilmuwan, heliotail punya bentuk empat daun semanggi karena dipengaruhi oleh angin Matahari cepat yang meluncur dari kutub Matahari dan angin Matahari lambat yang meluncur dari khatulistiwa bintang di Tata Surya itu.

Angin Matahari adalah aliran partikel bermuatan yang berasal dari atmosfer Matahari. Angin Matahari mayoritas tersusun atas proton dan elektron.

Bentuk heliotail tidak benar-benar segaris dengan Tata Surya, mengindikasikan bahwa ekor Tata Surya tersebut dipengaruhi oleh medan magnet galaksi lokal.

Bentuk ekor Tata Surya ini diperoleh setelah observasi 3 tahun dengan IBEX. Ini membuktikan bahwa Tata Surya benar-benar memiliki ekor. Ke depan, ilmuwan berencana meneliti pengaruh siklus Matahari pada perubahan bentuk heliotail. 


Sumber : Kompas.com

NASA Merilis Gambar Baru SOFIA Yang Menunjukkan Gugus Bintang Masif

http://astronesia.blogspot.com/
Gambar ini menunjukkan daerah pembentukan bintang W3 dan gambar insert adalah gambar gugus bintang W3A

Astronesia-Ahli astronomi NASA telah berhasil mengambil gambar baru dari gugus bintang yang baru lahir yang berada di wilayah W3 yang berjarak sekitar 6.400 tahun cahaya dari Bumi.Gugus bintang baru ini bernama W3A,yang terlihat dalam gambar mengambang di kedalaman gas besar dan awan debu yang terbentuk.Sebuah gambar jarak dekat yang diambil oleh Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) menunjukkan zona interaksi kekerasan di sekitar gugus bintang masif.

Radiasi dan angin surya di sekitar bintang ini nantinya akan rusak dan menghancurkan awan yang melahirkan mereka, dan dapat berpotensi memicu terbentuknya lebih banyak bintang di awan yang berdekatan.Para astronom berharap gambar seperti ini akan membantu mereka memahami efek bahwa bintang-bintang besar di awan bisa membantu dan membentuk saudara mereka yang lebih kecil.

http://astronesia.blogspot.com/
Wilayah pembentukan bintang W3 region


Para ilmuwan percaya sebagian besar dari bintang-bintang di Bima Sakti telah terbentuk di lingkungan seperti ini.Proses terkait menantang untuk diikuti karena bintang-bintang panas dikelilingi oleh awan material antarbintang.Para astronom harus menggunakan observatorium seperti SOFIA untuk melihat menembus awan dan mempelajari struktur dan proses internal.

Tim menggunakan Faint Object Inframerah Kamera dalam SOFIA Telescope (forcast) dan SOFIA Teleskop besar untuk menggali pembentukan bintang di daerah W3.Citra false color yang menggabungkan radiasi dari molekul fluoresensi besar pada panjang gelombang tujuh mikron (diperlihatkan dengan warna biru), butir debu hangat di 19,7 mikron, (ditampilkan dalam warna hijau), dan 37,1 mikron, (merah).

Gambar-gambar ini mengungkapkan adanya sekitar 15 bintang-bintang besar dalam berbagai tahap pertumbuhan di dalamnya.Sebuah gelembung kecil di sisi kiri gambar menunjukkan area yang telah dibersihkan dari gas dan debu oleh bintang yang paling besar dalam cluster tersebut.Gelembung dikelilingi oleh material cangkang padat (ditampilkan dalam warna hijau) di mana beberapa debu dan semua molekul besar telah hancur.

Para astronom telah menemukan bukti bahwa perluasan gelembung di sekitar bintang masif yang baru lahir dapat mengkompres material di dekatnya dan memicu pembentukan bintang yang lebih banyak.

http://astronesia.blogspot.com/
SOFIA di pesawat boing 747 yang dapat terlihat di daerah belakang dekat ekor


SOFIA ditempatkan pada pesawat Boeing 747SP yang dimodifikasi untuk membawa teleskop refleksi 17 ton di ketinggian 45.000 kaki.Berkat pesawat ini,memungkin SOFIA untuk melihat keluar angkasa 99% lebih jelas tanpa terganggu oleh uap air di atmosfer Bumi.

Monday, July 8, 2013

Bakteri Dalam Ruang Angkasa Tumbuh Dengan Cara Aneh

http://astronesia.blogspot.com/
Pseudomonas aeruginosa

Astronesia-Bakteri tumbuh dalam cawan urine di ruang angkasa berperilaku dengan cara yang tidak pernah dilihat sebelumnya dalam mikroorganisme di Bumi, kata para ilmuwan.

Sebuah tim ilmuwan mengirim sampel bakteri Pseudomonas aeruginosa ke orbit dengan menumpang pesawat ulang alik Atlantis untuk melihat bagaimana mereka tumbuh dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tinggal di Bumi.

Komunitas 3D mikroorganisme (disebut biofilm) tumbuh di atas pesawat ruang angkasa memiliki sel lebih hidup, lebih tebal dan memiliki biomassa lebih banyak dari koloni bakteri yang tumbuh di gravitasi normal bumi yang berfungsi sebagai kontrol pertumbuhan.Bakteri tersebut tumbuh dalam struktur "column-and-canopy" ,struktur yang belum pernah diamati pada koloni bakteri di Bumi, menurut para ilmuwan NASA.

"Biofilm merajalela di stasiun ruang angkasa Mir dan terus menjadi tantangan pada [International Space Station], tapi kami masih tidak benar-benar tahu apa peran gravitasi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka," kata pemimpin studi NASA,Cynthia Collins, asisten profesor di departemen teknik kimia dan biologi di Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, NY, mengatakan dalam sebuah pernyataan."Studi kami menawarkan bukti pertama bahwa luar angkasa sangat berpengaruh terhadap bakteri.

Kebanyakan biofilm ditemukan dalam tubuh manusia dan di alam, namun ada juga yang berhubungan dengan penyakit, kata para pejabat NASA.

Bakteri ruang angkasa dibiakkan dalam urin buatan di NASA Atlantis shuttle tahun 2010 dan tahun 2011 sebelum program pesawat ulang-alik NASA pensiun .Collins dan tim penelitinya menggunakan urin palsu karena dapat digunakan untuk mempelajari pembentukan biofilm diluar dan didalam tubuh.Studi ini membuat pemahaman tentang bagaimana dengan aman menghapus dan mendaur ulang limbah sangat relevan karena pentingnya dalam penerbangan luar angkasa dalam jangka panjang,kata para pejabat NASA.

Para ilmuwan mengirim 12 alat dengan delapan botol P. aeruginosa - bakteri yang dapat dikaitkan dengan penyakit di Bumi - ke orbit bersama Atlantis.Setelah di ruang angkasa, astronot di pesawat ulang-alik memperkenalkan bakteri tersebut ke urin palsu sementara ilmuwan di tanah mulai melakukan kontrol percobaan.

Setelah sampel tiba dengan selamat di Bumi, Collins dan timnya mengambil gambar 3D dengan rinci biofilm ini untuk menyelidiki struktur internal mereka, dan menggunakan metode penelitian lain untuk menyelidiki ketebalan koloni dan pertumbuhan sel.

Penelitian yang diterbitkan 20 April dalam edisi jurnal PLoS ONE, juga dapat memiliki implikasi untuk penelitian bakteri di Bumi.Ada kemungkinan bahwa jenis penelitian ini dapat membantu para ilmuwan dan dokter lebih efektif membatasi penyebaran infeksi di rumah sakit, kata Collins.

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 10 Juli

http://astronesia.blogspot.com/
ilustrasi

Astronesia-Kementerian Agama memutuskan bahwa awal Ramadan 1434 H jatuh pada hari Rabu 10 Juli 2013.Penetapan awal puasa ini diambil dalam sidang isbat di Kementerian Agama di Jakarta, hari Senin (08/07) yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali.
Hadir pula dalam sidang isbat ini adalah sejumlah ormas Islam, para ahli astronomi, dan ilmu falakh. 

Dirjen Bimas Islam, Abdul Jamil, menyatakan pemerintah menggunakan dua pendekatan dalam penentuan hari pertama Ramadan, yaitu melakukan penghitungan hisab dan kegiatan rukyat. 

"Jadi, melakukan penghitungan yang namanya hisab tentang hilal (bulan), lalu membuktikan secara empirik, visual, melalui pengamatan atas hilal di beberapa titik di seluruh Indonesia," kata Abdul Jamil kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Senin (08/07) siang. 

"Yang satu berdasarkan perhitungan hilal itu sudah wujud, baik bisa dilihat atau tidak. Yang lainnya, (bulan) harus bisa dilihat, maka ada kegiatan rukyat, mengamati bagaimana matahari tenggelam dan hilal itu muncul," jelasnya. 

Menanggapi pernyataan pimpinan Ormas Islam PP Muhammadiyah yang kemungkinan tidak akan menghadiri sidang Isbat, Abdul Jamil menyatakan, "Kita tetap mengundang (pimpinan Muhammadiyah, soal hadir atau tidak itu hak mereka."

Tak perlu 'diperuncing'

Namun demikian, dia menambahkan, Muhammadiyah merupakan anggota Badan Hisab dan Rukyat di Kementerian Agama. "Mereka merupakan anggota yang sudah cukup lama," katanya.
"Janganlah perbedaan itu meruncing dan menjadi olok-olok, (sehingga menjadi) bibit perselisihan diantara umat."
Sebelumnya, pimpinan Muhammadiyah menyatakan bahwa awal Ramadhan jatuh pada Selasa, 9 Juli 2013, sehingga mereka disebutkan tidak akan menghadiri sidang Isbat.

Sebagian umat Islam berpendapat, untuk menentukan awal bulan, harus dengan benar-benar melakukan pengamatan hilal secara langsung.

Sebagian lainnya berpendapat bahwa penentuan awal bulan cukup dengan melakukan hisab (perhitungan), tanpa harus benar-benar mengamati hilal.

Kedua pendekatan ini mengklaim memiliki dasar yang kuat.

Metode penentuan kriteria penentuan awal Ramadhan dan Syawal yang berbeda di Indonesia, acapkali menyebabkan perbedaan penentuan awal bulan, sehingga ada perbedaan hari pertama Ramadhan atau Hari Idul Fitri. 

Di Indonesia, perbedaan tersebut sudah berulangkali terjadi, yang biasanya melibatkan dua ormas Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, NU.

Pemerintah Indonesia menurut Abdul Jamil selalu meminta agar perbedaan tersebut tidak dijadikan persoalan.

"Itu bukan persoalan baru. Jadi siklus (perbedaan) itu bisa terjadi berulang-ulang," katanya.

Menurutnya, masyarakat kebanyakan sudah dewasa dalam menyikapi perbedaan ini. "Janganlah perbedaan itu meruncing dan menjadi olok-olok, (sehingga menjadi) bibit perselisihan diantara umat," tandasnya.

Berikut penjelasan Al'Quran tentang kewajiban berpuasa

Surat Al-baqarah ayat 183 

ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ Ø¢َÙ…َÙ†ُوا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ُ الصِّÙŠَامُ ÙƒَÙ…َا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙ‰ الَّذِينَ Ù…ِÙ†ْ Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَتَّÙ‚ُونَ (183)


Artinya :

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa (Q.S al-Baqoroh:183).

Sumber : BBC Indonesia




Sunday, July 7, 2013

NASA Mencoba Perbaiki Teleskop Kepler Bulan Ini

NASA Mencoba Perbaiki Teleskop Kepler Bulan Ini

Astronesia- Teleskop luar angkasa Kepler mengalami gangguan dan baru-baru ini tidak bisa dioperasikan secara normal, kata badan antariksa Amerika Serikat, NASA. Masalah timbul akibat adanya kegagalan pada dua roda reaksi milik Kepler.

Dilansir Softpedia, Minggu (7/7/2013), roda reaksi berfungsi menyelaraskan teleskop dan tetap membidik bagian yang sama di luar angkasa. NASA menciptakan Kepler dengan dukungan empat roda reaksi, namun hanya tiga dari empat yang dibutuhkan untuk beroperasi.

Terdapat kerusakan roda reaksi yang pertama, yang terjadi pada tahun lalu dan terkini, roda reaksi kedua berhenti bekerja. Tanpa roda reaksi, yang didukung oleh panel surya, teleskop akan perlu membakar bahan bakar, yang akan cepat habis untuk bisa memposisikan diri.


Kepler
bekerja dengan melihat bagian yang sama dari langit dan mendeteksi perubahan menit dalam jumlah cahaya yang datang dari beberapa ratus ribu bintang yang dimonitor. Kepler juga bergerak di luar angkasa dan memerlukan penyesuaian untuk memposisikan lensanya dengan benar.

Saat ini tim NASA telah bekerja untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Mereka melakukan penyesuaian penggunaan bahan bakar pada Kepler dan berharap bisa menemukan solusi yang tepat.
"Tim insinyur telah menyusun tes awal untuk upaya pemulihan dan memeriksa Kepler pada pengujian pesawat luar angkasa di fasilitas Aerospace Bola di Boulder, Colorado," ujar NASA.


 
Tidak ada jaminan bahwa perbaikan ini akan benar-benar bekerja dan membuah hasil yang signifikan. Bila demikian, misi utama Kepler kemungkinan dapat ditinggalkan atau diubah, namun teleskop masih akan terus memberikan data ilmiah yang berharga bagi tim ilmuwan NASA.

Saturday, July 6, 2013

Inggris Bergabung Dalam Program Mencari Mahkluk Cerdas Di Luar Angkasa

http://astronesia.blogspot.com/
Teleskop Lovell di Jodrell Bank memberikan inspirasi pertama untuk mencari sinyal radio dari peradaban luar bumi

Astronesia-Untuk mempromosikan penelitian akademis di Inggris yang berkaitan dengan Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI),para ilmuwan astronomi di Inggris menyatukan kekuatan mereka dalam memburu alien.Mereka tergabung dalam UK SETI Research Network (UKSRN). Ilmuwan dari berbagai institusi ilmu pengetahuan ini berbagi tugas dalam mendeteksi keberadaan makhluk asing dari luar angkasa itu.


Para ilmuwan dari UKSRN mempresentasikan kegiatan mereka ini di Royal Astronomical Society’s National Astronomy Meeting di St. Andrews pada tanggal 5 Juli 2013.
 
Diberitakan Daily Mail, Sabtu 6 Juli 2013, ilmuwan dari 11 institusi dari berbagai disiplin ilmu telah membentuk jaringan dalam mencari alien. Termasuk salah satunya adalah Jodrell Bank, institusi pemilik beberapa teleskop radio tercanggih di Inggris.

Tugas Jodrell Bank adalah mendengarkan sinyal tipis dari TV, radio, satelit, radar dan laser yang kemungkinan juga ikut memancarkan "pesan" dari dunia lain. Jika pesan itu tertangkap, maka tugas berikutnya jatuh ke tangan para ilmuwan komunikasi.

Ilmuwan komunikasi yang bekerja untuk meneliti kecerdasan simpanse dan lumba-lumba akan bertugas memecahkan kode-kode yang terpancar ke bumi, apakah mengandung pesan tertentu atau tidak.

"Jika alien menembakkan laser melalui teleskop optik besar untuk mengirimkan sinyal atau mengumumkan keberadaan mereka, maka getaran itu bisa terdeteksi dari jarak ribuan tahun cahaya," kata Penny.

Inggris memang salah satu negara yang gandrung dengan pencarian alien ini. Sejak puluhan tahun, pemerintah Inggris punya gugus tugas khusus yang menyelidiki keberadaan UFO di Kementerian Pertahanan.

Namun pada Desember 2009, gugus tugas ini ditutup karena tidak lagi berguna. Penyelidikan atas laporan penampakan UFO berakhir buntu, hanya menguras tenaga dan anggaran Kemhan Inggris.

 

Friday, July 5, 2013

Semburan Radio Misterius Bingungkan Para Astronom

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi teleskop CSIRO Parkes dengan tiga 'semburan radio' berkedip di langit. Latar belakang gas merah adalah galaksi kita.

Astronesia-Ilmuwan menemukan semburan misterius dari gelombang radio yang terdeteksi di Bumi. Gelombang radio aneh itu diyakini berasal dari luar angkasa yang lokasinya berada di jarak miliaran tahun cahaya dari Bumi.

Dilansir Scienceagogo, Jumat (5/7/2013), tim astronom internasional melaporkan temuannya dalam jurnal Science. Mereka menjelaskan bahwa karakteristik semburan atau ledakan radio ini berasal dari sumber yang lokasinya berada di jarak miliaran tahun cahaya.

"Sebuah ledakan tunggal dari emisi radio yang tidak diketahui asal-usulnya terdeteksi di luar galaksi kita sekira enam tahun yang lalu. Namun, tidak ada satupun yang yakin apa itu atau bahkan jika itu benar-benar nyata," ungkap anggota tim Dan Thornton dari University of Manchester.


http://astronesia.blogspot.com/
Posisi sumber ledakan Fast Radio Bursts (FRBs) ditandai sebagai tanda bintang merah dalam peta dari seluruh galaksi ini.Sumber sinyal radio extragalactic telah membingungkan astronom.

Ia mengatakan, tim ilmuwan telah menghabiskan empat tahun terakhir untuk mencari informasi lebih detail mengenai ledakan radio berdurasi pendek tersebut. Laporan ilmuwan berusaha menjelaskan sedikitnya empat semburan radio dan sekaligus membuktikan bahwa semburan tersebut memang nyata.

"Semburan radio terakhir hanya beberapa milidetik dan yang terjauh yang kita terdeteksi adalah 11 miliar tahun cahaya jauhnya," sambung Dan. Ilmuwan percaya bahwa temuan ini menunjukkan beberapa peristiwa ekstrem yang melibatkan sejumlah besar massa atau energi sebagai sumber dari semburan radio.

Matthew Bailes dari Swinburne University of Technology (Australia) berpikir asal-usul semburan ledakan ini kemungkinan berasal dari bintang-bintang neutron magnetik yang dikenal sebagai magnetar. "Magnetar dapat menyemburkan tenaga lebih dari hitungan milidetik ketimbang Matahari kita dalam 300 ribu tahun dan (magnetar ini) merupakan kandidat utama untuk ledakan," terang Matthew.

Para peneliti mengatakan, temuan ini akan membantu menjelaskan sifat-sifat luar angkasa antara Bumi dan area semburan terjadi. Ben Stappers dari Manchester University mengungkapkan bahwa astronom masih belum sepenuhnya yakin apa yang membuat ruang atau jarak di antara galaksi.

"Kami akan dapat menggunakan semburan radio ini untuk memahami lebih lanjut tentang beberapa hal yang hilang di alam semesta. Kami sekarang mulai mencari semburan tersebut secara real time," pungkasnya. 


Sumber : Okezone

Astronom Temukan Cara Untuk Mencari Molekul Air Di Atmosfer Exoplanet

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi hot jupiter

Astronesia-Para astronom mencari exoplanet dengan menggunakan beberapa teknik yang berbeda, yang paling populer di antaranya adalah mengukur seberapa besar bintang "bergoyang".Saat planet-planet tersebut mengorbit bintang,medan gravitasi mereka akan menyebabkan bintang itu bergeser bolak-balik.Dari goyangan tersebut, para peneliti dapat memperoleh massa dan jarak dari setiap planet yang hadir dalam sistem bintang tersebut.

Para astronom telah lama berharap untuk menemukan planet mirip bumi yang mengorbit bintang pada jarak yang tepat agar air cair bisa ditemukan yang memiliki ukuran, massa, dan komposisi atmosfer yang tepat untuk mendukung kehidupan.Sampai sekarang, ilmuwan belum menemukan dunia tersebut.

Bahkan jika ada kandidat planet seperti itu, masih ada tantangan yang signifikan untuk mengkonfirmasikannya secara detail.Satu detail khususnya, yakni mencari komposisi atmosfernya yang penuh tantangan.

Tapi,sebuah studi baru segera menjawab tantangan ini.Dengan mengambil teknik yang digunakan untuk menemukan planet-planet di tempat pertama, dan mengisolasi bagian yang berbeda dari data, peneliti sekarang dapat mengisolasi keberadaan molekul-molekul yang berbeda dalam atmosfer dari dunia baru tersebut.

Dengan mengarahkan teleskop mereka ke arah bintang-bintang tersebut,mereka mengamati garis spektrum pergeseran sebagai tanggapan terhadap gerakan bintang.Tapi garis yang dihasilkan oleh garis planet juga akan bergeser, dan melakukannya lebih cepat karena gerakan mereka jauh lebih cepat dibandingkan dengan bintang.

Tantangannya adalah garis spektrum itu cukup redup dibandingkan dengan kebanyakan bintang, membuat mereka sulit untuk mengidentifikasikannya.Selain itu, observatorium yang berbasis di tanah harus berhadapan dengan efek absorpsi dari atmosfer kita sendiri, sehingga beberapa ilmuwan percaya bahwa untuk mencari molekul tertentu, seperti air, tidak akan berhasil menggunakan teknik ini kecuali dengan observatorium berbasis ruang angkasa masa depan.

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi planet HD 189733b.


Dengan menggunakan instrumen CRyogenic high-resolution InfraRed Echelle Spectrograph (CRIRES) yang dipasang pada Very Large Telescope (VLT),tim mempelajari planet HD 189733b, yang mengorbit bintang induknya setiap 2,2 hari.Studi sebelumnya mereka mampu mengisolasi molekul sederhana seperti karbon monoksida, tapi anehnya upaya ini juga mampu mengisolasi keberadaan air.

Pemimpin Proyek Jayne Birkby, profesor dari Universitas Leiden, melaporkan, "Kami tahu teknik kami bekerja untuk molekul sederhana pada panjang gelombang yang lebih pendek, tetapi untuk mencari air,kita harus melihat ke gelombang yang lebih panjang tapi saat mencari gelombang tersebut,atmosfer bumi benar-benar mulai menghalangi sinyal kami, jadi kami tidak yakin akan menemukan sesuatu.Tentu saja kami sangat senang ketika kita melihat sinyal yang keluar.Artinya, kita bisa melakukan lebih banyak lagi dengan teknik ini. Dalam dekade berikutnya pekerjaan kami akan membantu para astronom mempersempit pencarian mereka untuk planet mirip Bumi dan bahkan mencari kehidupan di orbit bintang lainnya.Sangat menarik ketika di masa depan kita dapat menunjuk bintang di langit dan mengatakan dengan yakin bahwa planet dari bintang tersebut juga memiliki kehidupan seperti Bumi".

Birkby mempresentasikan hasil penelitiannya di Royal Astronomical Society’s National Astronomy Meeting di St Andrews, Scotland.

Thursday, July 4, 2013

Astronom Menangkap Citra Galaksi Jauh Yang Sedang Memakan Gas Disekitarnya

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi gas di sekitar galaksi

Astronesia-Para astronom baru-baru ini menangkap citra galaksi yang jauh yang sedang memakan gas di dekatnya dengan menggunakan teleskop Very Large Telescope (VLT).

Tim ini menulis dalam jurnal Science tentang bagaimana mereka mampu membuat bukti yang sangat baik dengan melakukan pengamatan langsung yang mendukung teori bahwa galaksi menarik dan memakan material disekitarnya untuk tumbuh dan membentuk bintang.Para ilmuwan selalu menduga bahwa galaksi tumbuh dengan cara ini, tapi sampai sekarang, belum ada yang secara langsung mengamati peristiwa ini.

Para astronom menggunakan VLT untuk mempelajari galaksi dan quasar yang sangat jauh karena objek tersebut sedang dalam keselarasan/penjajaran yang sangat langka.Cahaya dari quasar melewati materi yang ada di sekitar galaksi latar depan sebelum mencapai bumi, yang memungkinkan tim untuk mengamati galaksi dan gas di sekitarnya dengan lebih terinci.


"Ini semacam keselarasan/kesejajaran yang sangat langka dan telah memungkinkan kita untuk membuat pengamatan yang unik," jelas Nicolas Bouche dari Research Institute di Astrofisika dan Planetologi (IRAP) di Toulouse, Prancis, penulis utama laporan ini."Kami menggunakan Very Large Telescope ESO untuk mengintip di galaksi itu dan gas sekitarnya.Ini berarti kita bisa memecahkan masalah penting dalam pembentukan galaksi:? Bagaimana galaksi tumbuh dan makan untuk pembentukan bintang "

Seperti mobil melakukan perjalanan panjang, galaksi cepat menguras simpanan gas mereka karena mereka membuat bintang baru.Para astronom berasumsi dari momen ini bahwa galaksi mengisi ulang dirinya dengan mengkonsumsi gas di sekitarnya menggunakan tarikan gravitasi sendirinya.Lalu gas berputar di sekitar galaksi sebelum jatuh masuk ke dalamnya.Pengamatan baru menunjukkan bagaimana galaksi itu berputar dan memperlihatkan gerak gas di luar galaksi.

Para astronom telah menemukan bukti adanya material di sekitar galaksi di alam semesta awal, tapi ini adalah pertama kalinya mereka telah mampu menunjukkan dengan jelas bahwa materi itu bergerak ke dalam galaksi,bukannya keluar.

Para astronom melaporkan pada bulan Oktober lalu bahwa galaksi kita sendiri tampaknya perlahan-lahan memakan sisa-sisa gugus bintang kuno.Sebuah tim dari Universitas Yale mengatakan mereka menemukan Bima Sakti sedang mengkonsumsi gas di daerah langit selatan.