Showing posts with label forex. Show all posts
Showing posts with label forex. Show all posts

Friday, July 12, 2013

Galaksi Tidak Teratur NGC 1427A Yang Sedang Bergerak

http://astronesia.blogspot.com/
NGC 1427A

Astronesia-Terlihat dalam gambar indah ini gugus bintang muda biru dan daerah pembentuk bintang muda sangat berlimbah di galaksi ini.Galaksi ini adalah NGC 1427A.Sebuah galaksi kecil yang tidak teratur dan galaksi ini sedang bergerak ke arah pusat cluster Fornax galaksi.

Cluster Fornax adalah sebuah kelompok galaksi yang terdiri 58 galaksi.

Dengan panjang 20.000 tahun cahaya dan mirip dengan galaksi pendamping kita Large Magellanic Cloud, NGC 1427A sedang melaju ke cluster Fornax dengan kecepatan sekitar 600 kilometer per detik.Tekanan yang dihasilkan memberikan galaksi ini bentuk kepala panah dan memicu pembentukan formasi bintang yang indah.

Namun, dapat dipahami bahwa interaksi dengan gas cluster selama melakukan perjalanan pada akhirnya akan mengganggu galaksi NGC 1427A.Dalam gambar ini,terlihat juga beberapa galaksi indah di latar belakang gambar.

Galaksi ini berjarak sekitar 52 juta tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Eridanus dan sedang menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 2028 kilometer per detik.

Nama lain galaksi adalah PGC 13500

Wednesday, July 10, 2013

Sabuk Debu Aneh Ditemukan Di Sekitar Enam Bintang

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi debu mengelilingi bintang

Astronesia-Selain planet, komet, dan asteroid yang mengorbit Matahari kita,terdapat juga sabuk dari batu dan es yang biasa di sebut sabuk kuiper. Dalam sabuk partikel debu ini, sejumlah pecehan berukuran sepersekian milimeter sampai berukuran besar.Sebagai ilmuwan telah mempelajari langit,dan mereka menemukan cakram debu tersebut juga mengorbit bintang lain.

"Sabuk tersebut adalah sisa-sisa pembentukan planet yang tidak dipakai dan terkumpul".kata Alexander Krivov dari Friedrich-Schiller-University Jena.

Tapi Krivov dan tim astronomnya telah menemukan ada enam bintang yang mengandung sabuk yang cukup aneh.Bintang itu sendiri mirip dengan Matahari kita, cakramnya jauh lebih besar dan lebih dingin di minus 250 derajat Celcius.Sebagai hasilnya, tim menyimpulkan bahwa cakram kekurangan partikel debu kecil, yang dihasilkan dari tabrakan dalam disk.Seperti yang dijelaskan Krivov, "partikel debu kecil jauh lebih panas dari suhu yang kami amati".

Namun mungkin juga,cakram tersebut mengandung partikel yang berukuran jauh lebih besar yang kemungkinan memiliki ukuran beberapa kilometer."Jika ada benda yang lebih besar, cakram akan jauh lebih dinamis, benda tersebut akan bertabrakan dan dengan demikian menghasilkan debu," kata Krivov.

Cakram tersebut kemungkinan besar sisa-sisa dari proses pembentukan planet, yang entah mengapa harus berhenti membentuk."Kami tidak tahu mengapa perkembangannya dihentikan," kata Krivov."Tapi puing-puing cakram yang dingin adalah bukti bahwa sabuk tersebut bisa berada selama lebih dari miliaran tahun."

Data penelitian ini diperoleh oleh Herschel Space Observatory, yang memasuki pensiun pada bulan April.Sekarang para ilmuwan harus menunggu observatorium baru, seperti teleskop radio ALMA di Chili untuk lebih mempelajari sistem ini.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam Astrophysical Journal.

Friday, July 5, 2013

Mengenal Lebih Dekat Bintang Deneb

http://astronesia.blogspot.com/
Bintang Deneb atau Alpha Cygni

Astronesia-Deneb atau biasa juga disebut Alpha Cygni adalah salah satu bintang paling jauh yang dapat dilihat tanpa menggunakan alat bantu.Itu disebabkan karena bintang ini termasuk bintang paling terang di galaksi Bima Sakti.

Bintang ini memiliki jarak dengan Bumi yang berubah-ubah,dengan data terakhir (2008) menunjukkan bahwa bintang ini berada pada jarak 1.550 tahun cahaya dan pernah mendekat mencapai 1.340 tahun cahaya, kemudian menjauh sampai pada jarak 1.840 tahun cahaya.Bintang ini terletak di konstelasi Cygnus.

Berapa pun jaraknya,ketika kita menatap Deneb,anda akan tahu bahwa kita sedang menatap ruang dengan jarak ribuan tahun cahaya.

Deneb juga sangat cerah dan berenergi. Di antara 20 bintang paling terang, hanya Rigel di Orion yang melampaui Deneb dalam kecerahan intrinsik.Deneb masuk dalam kelas bintang A2Ia yang artinya dia adalah bintang putih panas (A2) dan bintang maharaksasa (Ia). 

http://astronesia.blogspot.com/
Perbandingan Matahari dan Bintang Deneb


Berdasarkan temperatur dan kecemerlanganannya, bintang ini diperkirakan memiliki diameter 200 kali daripada Matahari, dan jika diletakkan di tengah tatasurya kita, maka bintang ini akan mencapat orbit Bumi.Bintang ini juga memiliki kecerahan sekitar seperempat juta kali lebih terang dalam cahaya tampak.

Alpha Cygni merupakan bintang super raksasa biru keputihan dengan tipe A2Ia, dengan temperatur sekitar 8,400-9000 Kelvin (sekitar 14.800 hingga 15.700 derajat F).

http://astronesia.blogspot.com/
Ini adalah diagram Hertzsprung-Russel yang terkenal,yang menunjukkan luminositas bintang. Lihat Deneb di bagian atas diagram? Dia adalah salah satu bintang paling terang yang dikenal.


Deneb bukan bintang terbesar di galaksi Bima Sakti,diantaranya Betelgeuse dan Antares lebih besar.Tapi Deneb mungkin menjadi yang paling berenergi (berdasarkan jumlah radiasi elektromagnetik yang dihasilkan) dari bintang tipe A.

Cara melihat Deneb

Bintang super raksasa biru keputihan Deneb adalah bintang paling terang ke 20 di langit, dengan magnitudo 1.25.Ini adalah bintang paling jauh jika dilihat tanpa menggunakan alat bantu.Anda dapat melihat bintang ini dimulai pada akhir musim semi, ketika Deneb terbit di atas cakrawala timur laut pada tengah malam.Sebulan kemudian, Deneb sudah di langit pada saat hari gelap.Dalam waktu standar, tanggal puncak munculnya bintang ini adalah sekitar 1 Agustus.Sedangkan jika menggunakan Daylight Time,penampakan bintang ini mencapai puncaknya tanggal 15 Agustus.Kata "Puncak" menunjukkan titik tertinggi bintang di langit.

http://astronesia.blogspot.com/
Deneb di konstelasi Cygnus


Deneb adalah bagian dari beberapa pola bintang terkenal, yang saling tumpang tindih.Bintang terang ini juga menyusun konstelasi angsa Cygnus dan terletak di bagian belakang ekor dari angsa. Ketika anda mendengar kata "Deneb" dalam nama bintang,itu selalu berarti "Ekor".Secara bersamaan, Deneb juga menandai bagian kepala sebuah asterism lain (suatu pengelompokan yang mudah dikenali tapi bukan konstelasi resmi) yang dikenal sebagai Northern Cross.  


Data pengamatanEpos J2000
Rasi bintangCygnus
Asensio rekta20h 41m 25.9s
Deklinasi+45° 16' 49"
Magnitudo tampak (V)1.25
Ciri-ciri
Kelas spektrumA2 Ia
Indeks warna U-B−0.24
Indeks warna B-V+0.09
Jenis variabelAlpha Cyg
Astrometri
Kecepatan radial (Rv)−4.5 km/s
Gerak diri (μ)RA: 1.99 mas/thn
Dek.: 1.95 mas/thn
Paralaks (π)2.29 ± 0.32 mas
Jaraksekitar 1.400 tc
(sekitar 440 pc)
Magnitudo mutlak (MV)−6.95
Penamaan lain
α Cygni, Alpha Cyg, 50 Cyg, Arided, Aridif, Gallina, Arrioph, HR 7924, BD +44°3541, HD 197345, SAO 49941, FK5: 777, HIP 102098.

Ditambah lagi,Deneb adalah salah satu anggota dari tiga bintang yang dikenal sebagai Segitiga Musim Panas.Dua bintang lainnya adalah Vega dan Altair.Deneb adalah bintang paling utara dan paling redup dari tiga bintang yang membentuk segitiga musim semi.Namun hubungannya dengan bintang-bintang terang lainnya membuatnya mudah untuk di kenali.

Etimologi

Nama tradisionalnya, Deneb (atau Denebadigege, dan Denebedigege) merupakan turunan dari kata dalam bahasa Arab dhaneb, yang berarti "ekor", berasal juga dari kalimat ذنب الدجاجة Dhanab ad-Dajājah, atau "ekor ayam". Nama ini juga digunakan oleh beberapa bintang, seperti Deneb Kaitos (β Cet), bintang tercerah di rasi Cetus, dan Denebola (β Leo, bintang tercerah kedua di rasi Leo.

Legenda Cina juga memiliki cerita yang melibatkan bintang Altair dan Vega. Setiap tahun pada tanggal 7 Juli, ceritanya, Vega (seorang gadis tenun) dan Altair (seorang gembala sapi) saling bertemu setelah melintasi jembatan - Deneb adalah jembatannya. Ini dirayakan dalam sebuah acara yang disebut Festival Qixi.

Sisa Supernova Memiliki Suhu Lebih Rendah Dari Perkiraan

http://astronesia.blogspot.com/
Citra sisa supernova 1987A oleh teleskop Hubble.Sisa ini masih terus berkembang dengan kecepatan 2.200 km per detik. cincin disekitarnya ini diyakini terbentuk sebelum ledakan.

Astronesia-Sebuah tim astronom internasional mendeteksi suhu yang cukup rendah dalam sisa-sisa supernova 1987A, membantu menjelaskan misteri mengapa ruang angkasa dipenuhi dengan butir debu dan molekul.

Tim ini menggunakan Herschel Space Observatory and Atacama Millimeter and Submillimeter Array (ALMA) sisa supernova.Mereka berhasil menemukan waduk besar molekul dan debu yang tiba-tiba mendingin.

"Ledakan kuat ini kita lihat pada tahun 1987,sebagian besar elemennya di buat oleh bintang dalam bentuk plasma yang sangat panas.Kini gas tersebut telah di dinginkan antara suhu (-418 sampai -274 derajat Fahrenheit).Itu sangat dingin dibandingkan dengan permukaan es Pluto di tepi tata surya kita, "kata Dr Mikako Matsuura, yang mempresentasikan temuan pada Pertemuan Astronomi Nasional di St Andrews."Gas telah membentuk molekul dan bahkan beberapa telah terkondensasi menjadi butiran-butiran debu.Supernova kini telah menjadi freezer super! ".

http://astronesia.blogspot.com/
Sebuah urutan waktu citra Teleskop Antariksa Hubble, yang diambil dalam 15 tahun antara tahun 1994-2009 yang menunjukkan benturan antara perluasan sisa supernova dengan cincin bahan padat yang dikeluarkan oleh bintang progenitor 20.000 tahun sebelum supernova


Pengamatan tim ini menunjukkan supernova menghasilkan debu dan bahan padat lainnya sama dengan sekitar 250.000 kali massa Bumi, atau tiga perempat dari massa Matahari.Para ilmuwan percaya sisa-sisa supernova mengandung energi gas atom yang besar,tapi pengamatan baru ini menunjukkan hal itu tidak terjadi.

Penemuan massa debu dalam jumlah besar ini dapat membantu para ilmuwan memahami bagaimana supernova perlahan-lahan menyebar dan mengisi galaksi dengan gas, debu dan partikel kecil berbatu.

"Kami terkejut dengan jumlah debu dan molekul gas di waduk yang dibuat oleh supernova 1987A.ALMA dan observasi Herschel menunjukkan bahwa waduk tersebut mengandung molekul karbon monoksida setara sepersepuluh dari massa Matahari.Herschel menunjukkan bahwa massa debu tersebut bahkan lebih besar, sekitar setengah dari massa matahari!! "kata Dr Matsuura dari Universitas College London.

Dia mengatakan para astronom tidak banyak mendapatkan kesempatan untuk belajar supernova.Peristiwa ini bisa sangat langka dan mayoritas dari mereka terletak di galaksi yang sangat jauh.

"Bahkan dengan supernova yang relatif dekat seperti 1987A sangat sulit untuk diamati,meskipun mereka sangat cerah pada saat ledakan, cahaya dari mereka memudar sangat cepat sehingga sangat sulit untuk mengamati mereka untuk beberapa tahun setelah ledakan," kata Dr . Matsuura."Carl Sagan pernah berkata bahwa: 'Kita semua terbuat dari materi-bintang'.Hasil ini akan membantu kita memahami bagaimana materi tersebut sampai kepada kita! ".

Benarkah Bimasakti Sudah Bertabrakan Dengan Galaksi Andromeda 10 Miliar Tahun Lalu?

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi tabrakan bimasakti dan andromeda

Astronesia-Selama bertahun-tahun, ilmuwan dan publik percaya bahwa galaksi Bimasakti dan Andromeda akan bertabrakan 3 miliar tahun lagi. Namun sekarang, pandangan seorang ilmuwan mengguncang keyakinan tersebut.

Dalam RAS National Astronomy Meeting di St Andrews, Hingsheng Zhao dari University of St Andrews mengatakan bahwa peristiwa tabrakan antara Bimasakti dan Andromeda sudah berlangsung 10 miliar tahun lalu. Kenapa Zhao berpandangan demikian?

Bimasakti adalah bagian dari kelompok galaksi yang dikenal dengan nama Local Group. Para kosmolog percaya bahwa sebagian besar massa grup galaksi tersebut tak terlihat, tersusun atas materi gelap. Di semesta, jumlah materi ini melebihi materi biasa dengan faktor lima.

Dipahami sebelumnya, materi gelap Bimasakti dan Andromeda punya daya tarik begitu kuat sehingga mengalahkan gaya yang memicu mengembangnya semesta. Kedua galaksi akhirnya bergerak saling mendekat dengan kecepatan 100 km/detik dan akan bertabrakan 3 miliar tahun lagi.

Namun, peristiwa tersebut hanya terjadi bila dipahami dengan dasar konsep gravitasi yang sudah usang dan konvensional, yang memiliki keterbatasan untuk menjelaskan fenomena yang ada di galaksi yang dilihat manusia saat ini.

Menurut Zhao, konsep gravitasi yang seharusnya dipakai adalah yang diajukan oleh Mordehai Milgrom dari Weizmann Institute di Israel pada tahun 1983. Teori gravitasi tersebut dikenal dengan Modified Newtonian Dynamics (MDO).

Berdasarkan teori MDO, konsep gravitasi sedikit berbeda dari yang diungkapkan Newton dan Einstein. Menurut teori ini, gravitasi punya perilaku lain di skala besar, persis seperti sifat partikel subatomik yang berbeda dengan materi yang lebih besar.

Nah, berdasarkan konsep gravitasi itu, Zhao melakukan pengukuran pergerakan galaksi-galaksi anggota Local Group. Diungkap kemudian bahwa tabrakan antara Bimasakti dan Andromeda sudah terjadi 10 miliar tahun lalu.

Tanda-tanda bahwa Bimasakti telah bertabrakan dengan Andromeda adalah adanya galaksi-galaksi kerdil. Keberadaan galaksi-galaksi kecil di sekitar Bimasakti cuma bisa dipahami bila berasal dari gas dan bintang yang memisah saat tabrakan antar-dua galaksi terjadi.

Diberitakan Physorg, Kamis (4/7/2013), meski sudah pernah bertabrakan, bukan berarti tabrakan Bimasakti dan Andromeda miliaran tahun ke depan batal. Saat ini, Andromeda juga sedang dalam perjalanan menuju Bimasakti.

Semua ini memang masih gagasan dan teori. Namun, Pavel Kroupa, anggota tim peneliti, mengungkapkan, "Jika teori ini benar, sejarah semesta harus ditulis ulang." gagasan Zhao dan timnya juga akan dipublikasikan di jurnal Astronomy and Astrophysics. 


Sumber : Kompas.com

Thursday, July 4, 2013

Galaksi Spiral NGC 3310

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Galaksi spiral besar NGC 3310 mungkin bertabrakan dengan galaksi yang lebih kecil yang  menyebabkan galaksi spiral besar ini terang dengan ledakan besar pembentukan bintang. 

Perubahan gravitasi selama tabrakan menciptakan gelombang kepadatan yang dikompresi oleh awan gas yang ada dan memicu pesta pembentukan bintang.

Citra gambar diatas diambil oleh teleskop Hubble yang digunakan untuk menemukan usia kluster bintang yang dihasilkan oleh galaksi ini.Hasilnya mengejutkan, beberapa cluster cukup muda yang menunjukkan bahwa galaksi Starburst ini dapat tetap berada dalam mode pembentukan bintang dalam beberapa waktu kedepan.

http://astronesia.blogspot.com/


NGC 3310 membentang sekitar 50.000 tahun cahaya dan terletak sekitar 50 juta tahun cahaya jauhnya dari Bumi.Galaksi ini terlihat dengan teleskop kecil kearah konstelasi Ursa Major.

Nama lain galaksi ini :  UGC 5786, PGC 31650,Arp 217,VV 356, VV 406

Mengenal Bintang Regulus

http://astronesia.blogspot.com/
Perbandingan Regulus dan Matahari

Astronesia-Regulus (α Leo / α Leonis / Alpha Leonis) adalah bintang paling terang di rasi Leo dan termasuk bintang yang cemerlang di langit malam. Rēgulus berasal dari bahasa Latin yang berarti pangeran atau raja kecil. Orang Yunani menyebutnya Basiliscus yang berarti sama.

Regulus memiliki tipe spektral B7V, suhu permukaan 10.300 ° Kelvin dan luminositas 150 kali Matahari.Ia memiliki massa 3,5 massa matahari dan diameter 3,2 kali Matahari.

http://astronesia.blogspot.com/
Bintang regulus

 
http://astronesia.blogspot.com/
Letak regulus di konstelasi leo


Bintang ini berada pada jarak 77.5 tahun cahaya dari Bumi. Regulus merupakan sistem multi bintang yang terdiri dari empat bintang yang tergabung dalam dua pasang bintang. Regulus A terdiri dari bintang biru keputihan dan pasangannya yang belum diamati, berkemungkinan adalah bintang katai putih (white dwarf). Di depan Regulus A terdapat pasangannya yang terdiri dari Regulus B dan Regulus C, yang merupakan bintang redup.

Regulus berada di garis ekliptik, dan mengalam okultasi reguler dengan Bulan. Okultasi dengan Merkurius dan Venus juga dapat terjadi tetapi jarang. Okultasi Regulus oleh planet Venus terjadi pada 7 Juli 1959. Okultasi berikutnya diprediksikan pada tanggal 1 Oktober 2044. Matahari mencapai titik terdekat dengan Regulus sekitar tanggal 23 Agustus setiap tahun.

Regulus memiliki massa 3.5 kali Matahari dan merupakan bintang dengan usia muda, yaitu sekitar beberapa ratus juta tahun. Bintang ini berputar sangat cepat, yaitu 15.9 jam, menyebabkan perubahan warna yang sangat cepat

Regulus A adalah bintang yang cemerlang di langit malam dengan magnitudo yang mengesankan. Regulus B merupakan bintang katai kelas K2 yang jauh lebih redup dibandingkan komponen A. Komponen terakhir, Regulus C, adalah bintang merah kecil dan yang paling redup di antara tiga komponen serta saat ini bintang ini dalam proses obeservasi.

Nama lain bintang ini adalah : 

Alpha Leonis, 32 Leo, Cor Leonis, Basilicus, Lion’s Heart, Rex, Kalb al Asad, Kabeleced, GJ 9316, HR 3982, BD +12° 2149/2147, HD 87901/87884, GCTP 2384.00, LTT 12716/12714, SAO 98967/98966, FK5 380, HIP 49669, TD1 14585.

Lihat juga :  Mengenal Bintang Raksasa Merah WOH G64

Astronom Menangkap Citra Galaksi Jauh Yang Sedang Memakan Gas Disekitarnya

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi gas di sekitar galaksi

Astronesia-Para astronom baru-baru ini menangkap citra galaksi yang jauh yang sedang memakan gas di dekatnya dengan menggunakan teleskop Very Large Telescope (VLT).

Tim ini menulis dalam jurnal Science tentang bagaimana mereka mampu membuat bukti yang sangat baik dengan melakukan pengamatan langsung yang mendukung teori bahwa galaksi menarik dan memakan material disekitarnya untuk tumbuh dan membentuk bintang.Para ilmuwan selalu menduga bahwa galaksi tumbuh dengan cara ini, tapi sampai sekarang, belum ada yang secara langsung mengamati peristiwa ini.

Para astronom menggunakan VLT untuk mempelajari galaksi dan quasar yang sangat jauh karena objek tersebut sedang dalam keselarasan/penjajaran yang sangat langka.Cahaya dari quasar melewati materi yang ada di sekitar galaksi latar depan sebelum mencapai bumi, yang memungkinkan tim untuk mengamati galaksi dan gas di sekitarnya dengan lebih terinci.


"Ini semacam keselarasan/kesejajaran yang sangat langka dan telah memungkinkan kita untuk membuat pengamatan yang unik," jelas Nicolas Bouche dari Research Institute di Astrofisika dan Planetologi (IRAP) di Toulouse, Prancis, penulis utama laporan ini."Kami menggunakan Very Large Telescope ESO untuk mengintip di galaksi itu dan gas sekitarnya.Ini berarti kita bisa memecahkan masalah penting dalam pembentukan galaksi:? Bagaimana galaksi tumbuh dan makan untuk pembentukan bintang "

Seperti mobil melakukan perjalanan panjang, galaksi cepat menguras simpanan gas mereka karena mereka membuat bintang baru.Para astronom berasumsi dari momen ini bahwa galaksi mengisi ulang dirinya dengan mengkonsumsi gas di sekitarnya menggunakan tarikan gravitasi sendirinya.Lalu gas berputar di sekitar galaksi sebelum jatuh masuk ke dalamnya.Pengamatan baru menunjukkan bagaimana galaksi itu berputar dan memperlihatkan gerak gas di luar galaksi.

Para astronom telah menemukan bukti adanya material di sekitar galaksi di alam semesta awal, tapi ini adalah pertama kalinya mereka telah mampu menunjukkan dengan jelas bahwa materi itu bergerak ke dalam galaksi,bukannya keluar.

Para astronom melaporkan pada bulan Oktober lalu bahwa galaksi kita sendiri tampaknya perlahan-lahan memakan sisa-sisa gugus bintang kuno.Sebuah tim dari Universitas Yale mengatakan mereka menemukan Bima Sakti sedang mengkonsumsi gas di daerah langit selatan.